Cut Nyak Dien dan mengembalikan jati diri bangsa I
Posted by affekyr on Oktober 31st, 2009
Nanggroe Aceh Darussalam adalah daerah yang banyak wanita melahirkan pahlawan yang gigih tanpa kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan generasi penerus bangsa berhati baja yang di usia tuanya masih berusaha untuk menarik Rencong dan melawan pasukan Belanda yang menyompan di hatinya nilai luhur jati diri bangsa sebelum ia akhirnya ditangkap. Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, pada tahun 1850, perusahaan ini sampai akhir hidupnya berjuang untuk kemerdekaan bangsanya. Wanita yang sudah menikah dua kali, juga menikah dengan pria pejuang untuk mengembalikan jati diri bangsa. Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami kedua adalah pejuang kemerdekaan dan bahkan Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Jiwa pejuang sudah diwarisi Cut Nyak Dien dari ayahnya yang adalah seorang pejuang kemerdekaan yang tidak kenal kompromi dengan penjajahan. Ia dibesarkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda patriotnya lebih memperkuat jiwa mengembalikan jati diri bangsa……….
Ketika Lampadang, tanah air, diduduki oleh Belanda pada bulan Desember 1875, Cut Nyak Dien terpaksa mengungsi dan terpisah dari ayahnya dan suaminya yang masih melanjutkan perjuangan. Pemisahan dari suaminya, Teuku Ibrahim Lamnga, yang dianggap sebagai ternyata menjadi perpisahan untuk selama-lamanya. Cut Nyak Dien yang menikah ketika masih muda, begitu cepat telah meninggalkan suaminya mati yang meninggal dalam pertempuran dengan pasukan Belanda di Gle Tarum bulan Juni 1878 hingga pada akhirnya kita bisa menikmati perayaan 17 agustus