Pahlawan Nasional - Ismail Marzuki dan mengembalikan jati diri bangsa
Posted by affekyr on Oktober 31st, 2009
Komponis pejuang mengembalikan jati diri bangsa dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Republik Indonesia, dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Ia dikenal sebagai seorang pejuang dan pemimpin seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan untuk mendorong semangat untuk mempertahankan kebebasan mengembalikan jati diri bangsa.
Ismail Marzuki kelahiran kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada tahun 1914 telah dibuat sekitar 250 lagu. Karya-karyanya sampai hari ini masih sering terdengar, antara lain Juwita Malam, Sepasang mata bola, Selendang Sutera, Sabda Alam, dan Bahasa Indonesia Heritage mengembalikan jati diri bangsa.
Pada tahun 1931, Maing - sapaan akrab Ismail Marzuki - memulai menciptakan lagu “O Sarinah”which mewakili kehidupan bangsa yang tertindas. Creations Lagu-lagu termasuk rayuan Pulau Kelapa yang diciptakan pada tahun 1944, Gugur Bunga (1945), Halo-Halo Bandung ( 1946), Selendang Sutera (1946), Sepasang Mata Bola (1946), dan Jasmine di perbatasan (1947). mengembalikan jati diri bangsa Perintis komposer yang meninggal 25 Mei 1958, ini telah melahirkan lagu-lagu kepahlawanan, yang menggugah jiwa nasionalisme. Maestro musik ini menyandang label komponis pejuang legendaris Indonesia.
Sejak tahun 1930-an hingga 1950-an, dia menciptakan sekitar dua ratus lima puluh lagu dengan berbagai tema dan genre musik adalah pesona. Sampai sekarang, lagu-lagunya masih diingat dan bertahan terus bergema di masyarakat mengembalikan jati diri bangsa. Dalam dunia musik Indonesia, kehadiran putra Betawi ini mewarnai sejarah dan dinamika pasang surutnya musik Indonesia .
Sebagai seorang komposer, dia dikenal produktif dan cerdas pengiriman yang bekerja untuk mendapatkan penghargaan tinggi dari masyarakat. Dalam musik, ia memiliki kebebasan berekspresi, bebas untuk bergerak dari satu jenis aliran musik ke dalam genre musik lain. Dia juga memiliki kemampuan untuk menangkap berbagai inspirasi lagu dengan tema.
Ismail Marzuki pesona di sisi romansa perjuangan melahirkan lagu-lagu tema cinta dan perjuangan. Walaupun lagu-lagunya tampak sederhana, syairnya sangat kuat, melodius, dan memiliki nilai kekal. Lagu yang sampai sekarang masih hidup dan favorit tua muda dan sepasang mata seperti bola, Selendang Sutra, Melati di perbatasan, Aryati, Jangan Ditanya ke Mana Aku Pergi, Payung Fantasi, Sabda Alam, Kopral Jono, dan Sersan Mayork mengembalikan jati diri bangsa.
Derajat diberikan kepadanya pahlawan nasional bersama lima lain putra terbaik bangsa, yakni Maskoen Soemadiredja, Andi Mappanyukki, Raja Ali Haji, KH. Achmad Ri’fai, dan Billy Mangkoepradja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan serangkaian Hari Pahlawan 10 November, di Istana Negara, Rabu (10/11/2004). Ismail Marzuki adalah komponis besar yang sampai sekarang mungkin tidak memiliki satu untuk menggantikannya. Oleh karena itu, patut dihormati diberikan kepadanya sebagai pahlawan nasional mengembalikan jati diri bangsa.
Karya-karya Ismail Marzuki kaya, baik tentang melodi dan lirik. Dia juga menciptakan musik dengan berbagai warna, satu keroncong, termasuk Bandung Selatan di waktu malam dan Selamat Datang Pahlawan Muda.
Posted in jati diri bangsa | Comments Off